SINGKAWANG – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SMK 1 Singkawang pada Senin pagi, 2 Februari 2026. Upacara bendera rutin yang dilaksanakan setiap awal pekan kali ini terasa berbeda dan penuh emosi, menandai momen perpisahan bagi salah satu sosok pengabdi di sekolah tersebut, Bapak Uun Triyogo.

Bertindak sebagai pelaksana upacara adalah siswa-siswi dari Kelas XI TSM yang menjalankan tugas dengan sangat disiplin dan tertib. Namun, perhatian utama tertuju pada mimbar pembina, di mana Bapak Uun Triyogo memberikan amanat terakhirnya di hadapan seluruh warga sekolah.


Dalam amanatnya yang menyentuh, Bapak Uun Triyogo berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan kariernya di SMK 1 Singkawang. Beliau mengisahkan bagaimana perjuangannya dimulai dari bawah sebagai seorang Staff Tata Usaha (TU).
Beliau menekankan bahwa posisi yang ia raih saat ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kesabaran dan kerja keras selama bertahun-tahun. “Proses dan perjuangan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kesuksesan yang kita impikan,” pesannya di hadapan ratusan siswa.
Selain berbagi pengalaman pribadi, beliau memberikan wejangan mendalam mengenai adab dan rasa hormat. Ia mengingatkan para siswa agar tidak pernah melupakan jasa dua sosok penting: Guru dan Orang Tua. Menurutnya, restu dan bimbingan mereka adalah kunci utama dalam membuka pintu masa depan.
Sebagai penutup yang membakar semangat, Bapak Uun Triyogo meninggalkan sebuah kutipan motivasi yang kuat bagi seluruh peserta upacara:
“Teruslah berjuang untuk meraih sukses yang akan datang.”
laporan Jalaluddin (Humas)/Gabriel Jurnalis