In House Training Hari ke 3 di SMK Negeri 1 Singkawang :
Workshop Literasi dan Numerasi, Budaya Positif di SMK Negeri 1 Singkawang

Kamis, 29 Agustus 2024, Hari ke 3 kegiatan In House Training di Smk Negeri 1 Singkawang dilaksanakan dengan materi yang berjudul “ workshop literasi dan numerasi, budaya positif di Smk Negeri 1 Singkawang,”. Dalam kegiatan ini dilaksanakan dengan format yang sama yakni dilaksanakan melalui google meet maupun dilaksanakan secara tatap muka di ruangan aula SMK Negeri 1 Singkawang dengan peserta dari internal dewan guru Smk Negeri 1 Singkawang dan juga peserta dari luar daerah.
Ada yang berbeda dalam kegiatan di hari ke 3 ini, setelah dibuka kembali oleh kepala sekolah SMK Negeri 1 Singkawang, Bapak Yudi Firman Santosa, S.T, M.TI, diselipkan kegiatan perpisahan dengan salah seorang guru yang pernah mengabdi di Smk Negeri 1 Singkawang, yakni Bapak Drs.PH Panggabean, acara berlangsung haru, karena rekan-rekan yang satu Angkatan satu per satu menyampaikan kesan dan pesan untuk bapak Drs. PH Panggabean. Setelah kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari ibu Shinta Dharmawaty, M.Pd, yang menyampaikan tentang “ literasi budaya positif di SMK Negeri 1 Singkawang” diharapkan kegiatan IHT di hari ke 3 ini bisa berjalan lancar dan para peserta bisa mengambil Pelajaran dari materi yang disampaikan.

Narasumber, ibu Shinta Dharmawaty, M.Pd, menyampaikan bahwa “ Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu, yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa”. Rendahnya budaya membaca siswa saat ini diperkuat lagi dengan kehadiran Smartphone android. Murid lebih tertarik membaca potongan – potongan tulisan dan menonton video yang ada di sosial media. Hal ini menunjukan minat baca ada namun daya baca rendah, sehingga hal ini mempengaruhi kegiatan pembelajaran. Selain itu, murid cenderung bertanya sebelum membaca, padahal apa yang ditanyakan sudah diberikan informasi secara lengkap. Akibatnya murid menjadi kurang aktif dan kurang percaya diri dalam memberikan pendapat karena kurangnya wawasan yang di miliki, sehingga tidak berani tampil di depan untuk memberikan pendapat. Oleh karena itu, minat murid dalam hal membaca perlu ditingkatkan yaitu salah satunya dengan mengembangkan gerakan literasi di sekolah.
Literasi standar internasional, kempampuan untuk mengenali, memahami, menafsirkan, mencipta, mengkomputasi, dan berkomunikasi menggunakan simbol visual, auditori, dan digital mengenali lintas disiplin dan keilmuan. Rencana perbaikan ke depan yaitu perlu peningkatan kolaborasi guru dan murid dalam hal komitmen melaksanakan kegiatan literasi dimana murid butuh pendampingan dan bimbingan dari guru mata pelajaran dan wali kelas agar program dapat berjalan sesuai apa yang kita inginkan.