SINGKAWANG – Suasana cerah di lapangan utama sekolah pada Senin pagi (20/4/2026). Seluruh civitas akademika berkumpul melaksanakan upacara bendera mingguan yang berlangsung tertib dan penuh dedikasi.
Bertindak sebagai pembina upacara, Asril Agusta Adha, S.Pd., memimpin jalannya upacara yang dikawal oleh petugas gabungan dari Kelas X TKP dan X DPID. Para petugas mendapat apresiasi luas karena berhasil menjalankan peran mereka dengan disiplin tinggi dan tanpa cela.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Sekolah, jajaran Wakil Kepala Sekolah, Ketua Program Keahlian (Kaprog), Kepala Bengkel (Kabeng), serta seluruh guru dan tenaga kependidikan.

Dalam amanatnya, Asril Agusta Adha menyoroti dinamika internal sekolah terkait banyaknya guru yang telah memasuki masa purna tugas (pensiun) beberapa bulan terakhir. Beliau menekankan bahwa fenomena ini bukan sekadar perpisahan, melainkan sebuah simbol regenerasi.
“Masa pensiun para guru adalah pengingat bahwa estafet perjuangan dan pengabdian di dunia pendidikan kini ada di pundak generasi muda. Kalianlah, siswa-siswi sekalian, yang akan melanjutkan tongkat estafet ini untuk membangun bangsa di masa depan,” ujar beliau.
Lebih lanjut, pembina upacara menekankan pentingnya menjaga etika sosial. Di tengah keberagaman yang ada, siswa diingatkan untuk tetap teguh menjaga sikap dan perilaku, terutama yang berkaitan dengan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Menghargai perbedaan adalah kunci utama terciptanya persatuan, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat luas.

Menutup amanatnya, Asril memberikan perhatian khusus pada kemajuan teknologi yang pesat, terutama perkembangan Kecerdasan Buatan (AI). Siswa dihimbau untuk:
Bijak dalam bermedia sosial: Memikirkan dampak jangka panjang dari setiap unggahan.
Pemanfaatan Positif: Menggunakan teknologi AI untuk menunjang pembelajaran, bukan untuk penyalahgunaan yang merugikan diri sendiri atau orang lain.
Filter Informasi: Tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif atau hoaks.

Upacara hari ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi menjadi pemantik motivasi bagi seluruh siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dengan bijaksana. (Jalaluddin/Humas) SMKN 1 Singakawang . (Gabriel Dokumentasi)