Rabu, 17 Apr 2024
  • MEWUJUDKAN LEMBAGA PENDIDIKAN VOKASI YANG UNGGUL SERTA MENGHASILKAN TAMATAN BERKARAKTER PROFIL PELAJAR PANCASILA, MENYONGSONG PUNCAK BONUS DEMOGRAFI INDONESIA

“Membudayakan perilaku hidup bersih di sekolah”

SMK Negeri 1 Singkawang ikut serta dalam Lomba Kebersihan Sekolah SMA/SMK/SLB Negeri se Kalimantan
Barat, dengan TAG LINE “Budaya Bersih, Budaya Sekolahku” bertema “Membudayakan perilaku hidup bersih di sekolah”

tujuan dari kegiatan ini adalah

1. Menciptakan budaya bersih di sekolah melalui program sekolah yang
berkesinambungan.
2. Menumbuhkan kolaborasi semua unsur di sekolah dalam pelaksanaan program
budaya bersih
3. Menciptakan lingkungan sekolah, ruang kelas dan sarana prasarana belajar
yang bersih sehingga mendukung kenyamanan dalam proses belajar mengajar.

1. Latar Belakang

Kesadaran akan pentingnya lingkungan perlu diajarkan dan perlu dilakukan sejak dini agar nilai-nilai mencintai lingkungan akan tertanam. Diharapkan bahwa nilai-nilai yang tertanam cinta untuk lingkungan akan terus meningkat pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya lingkungan sehingga dapat meningkatkan kesadaran lingkungan . Program Adiwiyata dimulai pada Tahun 2006 dan hanya terfokus di Pulau Jawa karena masih dalam tahap mencari model untuk kriteria. Namun, sejak Tahun 2007, program ini telah dilakukan secara menyeluruh (KLH, 2010). Ternyata manajemen sekolah dalam kondisi dan situasi tertentu ditangani oleh guru dan siswa dengan budaya “kurang sadar lingkungan” karena pengecualian mereka dari partisipasi aktif serta kecenderungan apatis dan non dukungan terhadap sekolah-sekolah di lingkungan sekitarnya. Secara psikologis, itu menciptakan perasaan tidak nyaman ketika siswa melakukan kegiatan belajar mengajar. Di sisi lain, Pemerintah melalui program Sekolah Adiwiyata yang berorientasi lingkungan bergantung pada peran siswa dan semua aktor dalam kegiatan belajar mengajar sebagai aktor utama dalam mencapai Kualitas Sekolah Adiwiyata.

Melihat kondisi tersebut Pemerintah pusat melalui Program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) berupaya meningkatkan Kesehatan gizi, Kesehatan fisik dan Kesehatan imunisasi di sekolah. Penguatan teknis terkait sarana fisik seperti kelas, toilet, sanitasi, kantin dll yang memenuhi sebagai syarat kesehatan, terus dilakukan. Dengan diperkuat Dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat juga telah menerbitkan surat himbauan No 400.3/10/DIKBUD tanggal 12 Januari 2024 kepada seluruh Kepala Sekolah untuk membuat program kebersihan sekolah yang dapat membentuk karakter murid dalam melestarikan dan menjaga kebersihan. Untuk menindaklanjuti upaya yang telah dilakukan Pemerintah Pusat maupun Disdikbud Provinsi ini, diperlukan satu program/kegiatan yang mampu menjadi percepatan capaian program sebelumnya dan utamanya dapat mengukur sampai sejauh mana sekolah telah menerapkan budaya bersih di sekolah. Karena itu digagaslah Lomba Kebersihan Sekolah SMA/SMK/SLB Negeri se Kalimantan Barat untuk memenuhi tujuan tersebut.

SMK Negeri 1 Singkawang merupakan salah satu sekolah negeri yang mendukung program tersebut sehingga SMKN 1 Singkawang membuat program rutinitas untuk kebersihan lingkungan sesuai edaran. Sebelum edaran ini SMKN 1 Singkawang sudah memulai setiap hari jum’at dengan program K7 setiap satu jam pertama di hari jum’at sehingga dengan adanya surat edaran tersebut membuat SMKN 1 1 semakin mendapat dukungan untuk mencapai tujuan tersebut.

 Tujuan Program

  1. Menciptakan budaya bersih di sekolah melalui progam sekolah yang berkesinambungan.
  2. Terbentuknya karakter budaya bersih , ahlak mulia,toleransi , dan gotong royong pada semua warga sekolah
  3. Menciptakan lingkungan sekolah, ruang kelas dan sarana belajar yang bersih sehingga mendukung kenyamanan dalam proses belajar mengajar
  4. Indikator Program yang akan di capai
  5. Memiliki program kebersihan sekolah yang melibatkan semua unsur sekolah.
  6. Melaksanaan program kebersihan sekolah
  7. Menumbuhkan pembiasaan/karakter positif budaya bersih di sekolah
  8. Menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan hijau
  9. Menciptakan ruang kelas, selasar, perpustakaan, WC dan ruang lainnya yang bersih.
  10. Memiliki pengelolaan sampah yang baik.

Manfaat Program

Manfaat dari budaya bersih yang diterapkan di lingkungan sekolah adalah

  1. Mencerminkan kemajuan berpikir siswa/i terhadap pentingnya kebersihan
  2. Dengan menjaga dan merawat artinya kita ikut berkontribusi untuk alam sekitar
  3. Kebersihan adalah modal utama pencegahan faktor penyakit dari lingkungan yang kotor

Strategi Program

1. Menetapkan Kondisi Sekolah

Sekolah SMK Negeri 1 Singkawang merupakan sekolah yang tertua di kota Singkawang yang dulunya bernama STM. Karena sekolah ini banyak jurusan teknik sampai sekarang tentu kebersihan sangat diutamakan apalagi setelah kegiatan praktik selesai dilaksanakan, selama ini kondisi yang memiliki status yang (Kurang) indikator yang buruk sementara dari segi bangunan yang menunjukkan indikator Sangat Baik.Hal ini menunjukkan bahwa sekolah masih terlibat dalam kegiatan lingkungan yang diprakarsai oleh pihak eksternal meskipun memiliki kualitas dan kuantitas yang rendah. Indikator lain dalam komponen Pengembangan Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif dalam bentuk kegiatan kemitraan yang dilakukan oleh sekolah dengan pihak eksternal (lembaga terkait, pihak swasta, LSM) dalam pengembangan pendidikan lingkungan menunjukkan keadaan belum maksimal. Kegiatan kemitraan yang dilakukan oleh sekolah dengan pihak eksternal (lembaga terkait, pihak swasta, LSM) dalam pengembangan pendidikan lingkungan bahwa bentuk kolaborasi yang paling umum dilakukan oleh sekolah dengan pihak eksternal adalah kegiatan pengembangan kapasitas dan pengetahuan warga sekolah tentang lingkungan.Jenis kegiatan ini bisa dalam bentuk seminar, kamp pramuka, dan sebagainya bahwa partisipasi sekolah di lingkungan yang diprakarsai oleh pihak eksternal dari SMKN 1 Singkawang juga dalam kategori kurang sehingga ini kami dari SMKN 1 Singkawang membuat program yang terarah agar lingkung kebersihan sekolah dapat dilaksanaknan minimal dengan baik.

2. Merumuskan Program dan Menetapkan Penanggungjawab Program

Untuk mencapai program yang akan dilaksanakan SMKN 1 Singkawang adalah Pengembangan dan Pengelolaan Fasilitas Pendukung Sekolah Ramah Lingkungan.Keberadaan komponen ini memiliki arti yang sama dengan komponen Untuk mengetahui kondisi komponen ini di lokasi penelitian, beberapa indikator akan diformulasikan untuk digunakan sebagai alat ukur yang akan dievaluasi dan dianalisis nanti sehingga referensi atau strategi untuk mewujudkan sekolah Adiwiyata dapat diperoleh.Salah satu indikator yang termasuk dalam Pengembangan dan Pengelolaan ramah lingkungan Sekolah Fasilitas Penunjang adalah penggunaan fasilitas pendukung untuk sekolah sebagai media untuk belajar tentang lingkungan.Program lingkungan kebersihan ini ditetapkan sebagai salah satu kegiatan rutinitas yang akan dilaksnakakan

3. Merumuskan Kegiatan, dan Jadwal Kegiatan

4. Merumuskan Kegiatan

Pengembangan kurikulum lingkungan Terkait dengan pengembangan kurikulum pendidikan lingkungan, sekolah-sekolah mengacu pada kebutuhan siswa. Oleh karena itu, evaluasi periodik pengembangan kurikulum pendidikan lingkungan yang ada sangat diperlukan. Tidak hanya mengevaluasi konten tetapi juga mengevaluasi proses dan metode. Pengaruh kurikulum dan strategi pembelajaran kebijakan dalam mendukung pencapaian kualitas sekolah seperti sebuah lingkungan untuk mengevaluasi afektif program pembelajaran. Kegiatan rutin tahunan dilaksanakan dengan tema lingkungan. Sesuai kebijakan sekolah, penyelenggaraan kegiatan atau acara lingkungan dapat berupa perayaan hari lingkungan, penanaman bunga serta penerapan kesadaran higienis dengan operasi semut dan lain-lain. Pelaksanaan kegiatan ini jelas sesuatu yang dapat dilihat dalam tampilan biasa Pengembangan sumber daya manusia Meningkatkan tingkat sumber daya manusia tentu akan meningkatkan pengetahuan dan wawasan lingkungan dari komunitas sekolah. Dengan meningkatnya pengetahuan dan wawasan ini, tentu akan mempengaruhi pengelolaan lingkungan.

Perumusan Kegiatan bisa melalui Sosialisasi Lingkungan tentang wawasan lingkungan sekolah melalui program dinas pendidikan dan kebuayaan Kalimantan Barat, adapun hal-hal yang harus di rumuskan sebagai berikut:

  1. Strategi pengembangan untuk sekolah lingkungan di SMKN 1 Singkawang diwujudkan dengan meningkatkan kesadaran siswa melalui bisa dalam bentuk sosialisasi rutin melalui peraturan sekolah tetapi juga sosialisasi sementara melalui forum diskusi, seminar, dan sebagainya. Sosialisasi rutin melalui pendidikan sekolah merupakan upaya yang akan efektif untuk mengingatkan warga sekolah tentang pentingnya sekolah.
  2. Menerapkan peraturan sekolah yang pro-lingkungan seperti larangan membuang sampah secara acak (membuang sampah sembarangan), menghemat air dan kertas, dan yang lain akan secara langsung mengingatkan dukungan orang tua, meningkatkan kerjasama dengan sekolah lain, meningkatkan wawasan dan pengetahuan lingkungan siswa, meningkatkan wawasan siswa ke lingkungan,
  3. Mengembangkan kegiatan lingkungan dengan masyarakat, dan meningkatkan kerja sama dengan pondasi lingkungan.
  4. Pengelolaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana semua sekolah menengah di SMKN 1 Singkawang sudah berjalan dengan baik dilihat dari penyediaan beberapa fasilitas yang peduli terhadap lingkungan. warga sekolah pentingnya melindungi lingkungan tentang Upaya untuk menggunakan fasilitas air dan sekolah secara efisien Secara umum, semua sekolah menunjukkan bahwa efisiensi penggunaan air, listrik, alat tulis, plastik, dan materi lainnya berjalan dengan baik sehingga dapat dipastikan bahwa setiap sekolah memiliki kondisi yang sama pada khususnya. Penerapan pendidikan lingkungan sejalan dengan kebijakan sekolah untuk membuat efisiensi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan kelestarian lingkungan.
  5. Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat menggambarkan kondisi di mana semua komponen lingkungan berada dalam kondisi seimbang. Keseimbangan dalam konteks ini tentu terkait dengan kesesuaian antara daya dukung fasilitas lingkungan yang tersedia dan kebutuhan komunitas sekolah .
  6. Manajemen anggaran Sekolah yang peduli dan berbudaya mengembangkan kebijakan sekolah untuk mengalokasikan dana untuk kegiatan lingkungan. Alokasi dana yang rendah dapat mengganggu pelaksanaan kegiatan lingkungan .

 

  1. Jadwal Kegiatan

Jadwal Kegiatan disusun berdasarkan hasil rapat manajemen sehingga dengan pembagian jadwal tersebut dengan harapan kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Sehingga mempunyai manfaat yang sangat luas baik bagi peserta didik maupun guru bahkan warga sekitar yang memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran.

Untuk jadwal Kegiatan Jum’at bersih sudah dijadwalkan masing-masing jurusan

Koordinator Jadwal Piket Masjid Dan Pengurus Masjid SMKN 1 Singkawang

Pendampingan, Evaluasi dan Pengembangan

1.Bentuk Pendampingan

kegiatan untuk pendampingan menunjang kegiatan ini adalah pendampingan setiap program yang dibuat di SMK Negeri 1 Singkawang diantaranya

  1. Pembingan Rutinitas piket kelas. Sebelum melakukan pembelajaran, guru selalu membiasakan siswa untuk membersihkan kelasnya. Hal ini bertujuan untuk melatih tanggung jawab terhadap kebersihan kelasnya sendiri. Selain itu, kondisi kelas yang bersih akan membuat nyaman dalam kegiatan belajar mengajar. Bagian rutinitas ini akan di monitoring oleh bagian pelaksana sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
  2. Mendampingi Membersihkan lingkungan Sekolah Mayoritas siswa datang ke sekolah pagi-pagi pukul 06.30 WIB. Sebab itu, pelaksana kegiatan lingkungan bersih juga melatih mereka untuk turut serta membersihkan lingkungan sekolah misalnya menyiram tanaman dan membersihkan lingkungan belakangan /Depan Madrasah.
  3. Membuang sampah pada tempatnya Seluruh siswa diharuskan membuang sampah pada tempatnya, jika Menemukan sampah di lingkungan madrasah baik kelas atau halaman – Selesai makan atau minum
  4. Mendampingi Melaksanakan tata tertib sekolah juga tidak hanya menerapkan sikap peduli lingkungan, namun juga melatih ketertiban peserta didik selama kegiatan belajar mengajar di sekolah, misalnya menaati peraturan sekolah, tidak keluar kelas ketika jam kosong, tertib ketika berbaris di lapangan. Penertiban peserta didik Hal-hal diatas dilakukan disertai pendampingan guru dan Waka kesiswaan dengan tujuan agar peserta didik dapat menerapkan dalam jangka waktu panjang. Oleh sebab itu, kegiatan peduli lingkungan perlu dilakukan secara berulang-ulang supaya terserap dalam diri peserta didik. Selain itu, juga dapat diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari dimanapun dan kapanpun.
  5. Evaluasi

Evaluasi program kebersihan lingkungan di SMK Negeri 1 Singkawang dalam menyelenggarakan program sekolah bersih tim SMK Negeri 1 Singkawang melakukan: mengevaluasi rencana pelaksanaan program sekolah sehat, mekanisme pelaksanaan, sumber daya manusia, pembiayaan (dana anggaran sekolah), dan sarana prasarana. Perencanaan pelaksanaan program sekolah sehat menunjukkan adanya persiapan untuk menyongsong program sekolah sehat dengan membuat perencanaan program sekolah sehat. Rencana pelaksanaan program dan jadwal program sekolah sehat dilakukan secara umum. Yang terlibat dalam membuat perencanaan yaitu tim khusus yang menangani program sekolah sehat, Mekanismenya dijalankan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah. Mengevaluasi pihak sekolah yang terlibat menjadi tim kebersihan dengan mengawali menyusun program kegiatan bukan hanya program sekolah sehat, tetapi program sekolah secara keseluruhan pada awal tahun pembelajaran melalui rapat bersama yang dihadiri oleh seluruh warga sekolah, guru, karyawan, juga komite sekolah. Pihak sekolah menyusun program sekolah yang di dalamnya ada program sekolah sehat. Program tersebut dimasukan dan diselaraskan dengan anggaran yang dimiliki bersumber dari BOS dengan menentukan poin-poin yang bisa digunakan untuk mendukung program sekolah tertentu. Jadi, ada regulasi tersendiri berkaitan dengan BOS yang pada dasarnya sudah memetakan komponen-komponen yang bisa dibiayai oleh anggaran BOS dan komponen yang tidak dapat diselenggarakan melalui pendanaan dari dana BOS. Hal yang berkaitan dengan keterlibatan perencanaan program sekolah sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab bapak/ibu guru, karyawan, dan komite, tetapi juga pihak sekolah memberdayakan peran aktif siswa melalui pengurus OSIS untuk mendorong munculnya kegiatan yang mendukung program sekolah sehat. Pihak sekolah juga memberdayakan UKS, memunculkan PMR sebagai salah satu bentuk daya dukung menciptakan sekolah sehat.

Evaluasi selanjutnya adalah pada komponen proses dalam penyelenggaran program sekolah sehat menunjukkan bahwa sosialisasi kepada guru dan komite mengenai program sekolah sehat telah dilakukan sekolah secara resmi. Sosialisasi juga dilakukan kepada siswa pada kegiatan apel maupun dielaborasi pada saat pembelajaran di dalam kelas secara berulang-ulang.

Evaluasi juga tergantung pada faktor penghambat dimana pihak sekolah tidak bisa serta merta merancang sebuah program dan langsung bisa dilaksanakan, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan pendanaan. Pendanaan ini murni dari BOS tentu sekali lagi hal-hal yang sifatnya pembiayaan yang cukup besar pengadaan barang tidak serta merta dapat tercover semua dari BOS. Hal hal yang tidak muncul dari rancangan awal penyusunan anggaran sekolah tentu ditangani dari BOS. Kedua: Wilayah SMK Negeri 1 Singkawang yang cukup luas kurang lebih 5 hektar itu dengan hanya 5 tenaga kebersihan sebetulnya masih dirasakan pihak sekolah kurang, tetapi kami ingin menambah tenaga kebersihan itu tidak secara regulasi tidak diperkenankan, maka itu menjadi satu kesulitan tersendiri, sehingga yang dapat dilakukan adalah rutin dan intensif untuk melakukan kegiatan kebersihan secara bersama dan periodik”. Ketercapaiaan tujuan program sekolah sehat di SMKN 1 Singkawang, penilaiaan yang berhubungan dengan sekolah sehat sangat erat kaitannya dengan efektivitas yang mendukung pembelajaran di dalam kelas yang mencakup berbagai aspek, baik yang berkaitan dengan konteks, input, proses, produk, maupun dampaknya.

Dengan demikian, jika program sekolah sehat yang dijalankan selaras dan dapat mendukung, maka bukan hanya berperilaku hidup bersih dan sehat saja tetapi proses pembelajaran akan efektif dan akan berjalan secara efektif dan menyenangkan serta mengalami berbagai experience dan terjadi perubahan perilaku sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tercapai.

3.Bentuk Pengembangan

Keberhasilan program sekolah sehat dalam meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di SMKN 1 Singkawang tidak terlepas dari kemampuan sumber daya yang ada di sekolah tersebut. Ada tim khusus, yaitu kepala sekolah dan semua unsur manajemen sekolah terlibat dalam program sekolah sehat. Kepala sekolah juga sangat mendukung program sekolah sehat sudah sesuai dengan kompetensi, sekolah tersebut sudah memiliki 1 perawat. Salah satu unsur sekolah yang sehat adalah memiliki perawat, yang bertugas untuk mengecek kesehatan siswa di UKS secara rutin, Untuk itu, sekolah juga bekerja sama dengan puskesmas secara berkala untuk melakukan penjaringan. Karena hanya memiliki 1 tenaga medis, maka upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan cara mengikutkan petugas UKS melakukan pelatihan yang terkait dengan keperawatan. Misalnya, cara merawat anak yang sakit dll. Pembiayaan (Dana Anggaran Sekolah) dalam menjalankan program sekolah sehat yang berkualitas tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Bnetuk pengembangan yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan prasarana pendidikan yang merupakan peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, gedung sekolah, ruang kelas, kursi, meja, UKS, kamar mandi, alat peraga atau media pembelajaran, dan juga peralatan sarpras lainnya. Sarana dan prasarana di SMKN 1 Singkawang ini pada umumnya sudah memenuhi standar pendidikan. Meskipun masih ada beberapa yang kurang, bukan menjadi penghalang atau penghambat dalam menjalankan proses pembelajaran secara kondusif.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR